Langganan Artikel

Follow Now.....!

Minggu, 06 Januari 2013

SBY Tiru Blusukan JOKOWI

Gaya kepemimpinan blusukan ke kampung-kampung yang sering dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memberi inspirasi para pejabat negara lainnya, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kepala Negara kemarin tidak seperti biasanya melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan blusukan ke tempat pelelangan ikan di daerah Tanjung Pasir,Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Tanpa pengawalan dan protokoler seketat biasanya,Presiden SBY tampak sangat membaur dan bisa berdialog lebih leluasa dengan masyarakat setempat.Masyarakat pun bisa lebih dekat dan bebas bersalaman dengan Presiden.

Presiden didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB dan langsung berjalan menuju lokasi pelelangan ikan. Presiden juga meninjau stasiun pengisian bahan bakar bagi nelayan dan mendapat penjelasan bahwa stasiun pengisian itu sempat berhenti beroperasi karena pasokan solar yang tersendat. Sejumlah pejabat turut mendampingi Presiden, di antaranya Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri Perikanan dan Kelautan Sharif Cicip Sutardjo, dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.

Dalam kunjungan itu, Presiden membuat aksi yang tidak biasa dengan berdiri di kursi tangga saat berada di tempat pelelangan ikan. “Saya berdiri (di kursi) bukan untuk memimpin lelang,” kata SBY sambil tersenyum. Ratusan warga yang berada di sana pun langsung terbahak mendengar candaan SBY. Suasana bertambah sangat akrab dan cair. Kepada warga, SBY menjelaskan tujuan kedatangannya adalah untuk melihat langsung kondisi dan mendengarkan aspirasi mereka.

Dalam dialog itu, SBY mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi kebersihan kampung nelayan dan meminta masyarakat bersama aparat membenahi sampah.“Sampah banyak,meski dikumpulkan di tempat sampah kalau tidak diangkut percuma saja,” kata Presiden. Presiden meminta agar Bupati Tangerang Ismet Iskandar bisa mengirimkan truk pengangkut sampah satu kali setiap hari.“MenteriPekerjaanUmum akan membantu satu truk sampah agar setiap hari diangkut, tolong kepala desa juga bisa bekerja sama,”katanya.

Sementara terkait permintaan nelayan untuk penambahan kuota solar bagi pengisian bahan bakar nelayan yang hampir satu bulan ini tidak beroperasi,Presiden memberi instruksi kepada Dirut Pertamina Karen Agustiawan untuk dapat memenuhi permintaan nelayan. Selain itu, Presiden juga meminta aparat pemerintahan di daerahbersama-samadengan perbankan untuk meningkatkan upaya sosialisasi skema pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).“Saya kecewa kalau masih ada yang kurang paham prosedur KUR.

Setiap tahun keluarkan sekian triliun, pemerintah yang menjamin. Kalau tidak tembus, sampaikan ke bupati bagaimana. Ini ditujukan bagi usaha kecil tanpa jaminan,”kata Presiden. Presiden meminta kepala desa, camat, dan bupati untuk bisa menjelaskan kepada masyarakat mengenai prosedur KUR sehingga bisa membantu usaha mereka. “Banyak nelayan yang tidak tahu KUR, segera minta BRI terdekat memberikan penjelasan pada komunitas nelayan, bagaimana prosesnya,”kata Presiden.

Sumber:Chiliblub

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More