Langganan Artikel

Follow Now.....!

Sabtu, 16 Februari 2013

Cinta Tapi Beda, Diangkat Hanung dari cerpen karya dwitasari

Dwitasari. Mungkin belum banyak orang mengenalnya. Namun anda yang aktif di blog keroyokan Kompasiana ini, mungkin pernah mengenal sosok kompasianer satu ini. Bergabung di Kompasiana, pada medio November 2011. Sejak kehadirannya tulisan cerpennya langsung mencuri perhatian pembaca. Saat itu tema cerpennya, didominasi kisah cinta orang dewasa.  Pilihan tema cerpen yang sangat matang untuk anak seusianya.
Tak diragukan, Dwitasari memang penulis muda berbakat, yang karya-karya cerpennya sungguh fenomenal. Dwita sangat pandai meramu kata dan merangkainya menjadi kalimat yang indah dan kemudian menyusunnya menjadi sebuah cerita menarik yang mengalir dan enak dibaca. Sejak awal kemunculannya di Kompasiana, tulisannya sering bertengger di kolom terekomendasi (trending article). Walau akhir-akhir ini tulisan Dwita tak lagi sering hadir di sini. Terakhir ia menulis tanggal 2 September 2012. Tulisannya juga selalu mendapat hit klik dari begitu banyak pembaca. Anda bisa menengok lapaknya di sini
Di dunia blogging namanya cukup dikenal sebagai penulis berbakat. Penggemar tulisannyapun cukup banyak. Terlebih member blog pribadinya sudah mencapai 5000-an member. Anda bisa melihat blognya disini.
Yang mengagumkan, Dwita di usianya yang belia, tak pernah kehabisan ide untuk berkarya. Salah satu karya apik cerpennya sukses diangkat sutradara Hanung Bramantyo ke layar lebar dengan judul Cinta Tapi Beda. Inspirasi kisah ini diambil Dwita dari kisah nyata sahabat wanitanya yang menjalani pernikahan beda agama.
Dalam wawancara dengan sejumlah media, Hanung bercerita bahwa ia menemukan kisah menarik ini dari blog Dwitasari, dan meski bukan tema baru, ia sangat tertarik memvisualkan kisah ini dalam sebuah film dan menggarapnya bersama Hestu Saputra. Terlebih kisah ini base on true story.
“Ini memang bukanlah film pertama yang menceritakan tentang beda agama dan Cinta Tapi Beda juga bukan mengenai kisah itu saja. Tolong jangan bawa film ini ke isu agama karena perbedaan yang dimaksud lebih beragam, bisa dari profesi dan sukunya,” ucap Hanung saat Press confrence film Cinta Tapi Beda, seperti dilansir disini
Walhasil, ini menjadi debut pertama bagi Dwitasari, kisah cerpennya diangkat ke layar lebar. Tentu membanggakan, terlebih tangan dingin Hanung yang menggarapnya. Prestasi ini seolah menjadi pelengkap kebahagiaan Dwitasari, karena ia juga baru saja meluncurkan novel pertamanya berjudul Raksasa dari Jogja.
Dari blognya yang saya kunjungi, saya menangkap kebanggaan itu. Dwita menulis dalam blognya, bahwa ia sungguh tak percaya ketika kisah #CintaTapiBeda difilmkan sutradara ternama Hanung Bramantyo dan Hestu Saputra. Divisualisasikan dengan sangat manis oleh keduanya. Dan diberi OST yang menyentuh yang dinyanyikan oleh @TheFinestTree ciptaan Erros Candra. Ia begitu terharu, sampai melukiskan perasaannya seperti petasan lebaran penuh ledakan :)
Dan satu hal yang lebih membanggakan lagi, film Cinta Tapi Beda ini diikutkan pada festival film ASEAN (ASEAN International Film Festival And Award) di Kuching, Sarawak, pada Maret 2013 mendatang, berdampingan dengan 2 film lain yakni, Ainun dan Habibie dan 5 CM. So amazing!
Meski tak mengenalnya secara pribadi, saya ikut bangga dengan prestasinya. Luar biasa. Sungguh kreativitas yang tak pernah usai. Mengalir di jiwa mudanya. Semoga akan terus lahir karya-karyanya yang lain. Dan semoga apa yang dibuat seorang Dwita bisa memicu blogger lainnya, khususnya para blogger muda untuk meniru produktivitasnya dalam berkarya. Siapa tahu berikutnya giliran karya anda yang tampil. Rasanya itu bukan mimpi. Setidaknya Dwitasari sudah membuktikannya.
Film Cinta Tapi Beda ini akan tayang serentak di bioskop pada tanggal 27 Desember 2012 ini. Tentang sinopsis, movie trailer #CintaTapiBeda, bisa anda lihat disini. 

Sumber:chiliblub

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More