Langganan Artikel

Follow Now.....!

Kamis, 16 Agustus 2012

Dirgahayu RI ke-67

     Kemerdekaan ke- 67 tahun yang kini tengah dirayakan, ternyata hanya menorehkan kepahitan dan kegetiran bagi mayoritas rakyat negeri ini. Kemiskinan semakin membengkak, pengangguran semakin menumpuk, pendidikan untuk rakyat kecil semakin tidak terjangkau dan jurang kekayaan dengan kemiskinan semakin mengaga. Mengapa semua ini terjadi? Siapa yang harus dipersalahkan? Apa langkah yang selama ini diambil, sehingga hanya menyisakan kesengsaraan dan kemelaratan yang lebih parah bagi masyarakat Indonesia. Dan kapan kondisi yang serba pedih, perih dan menyayat hati ini berakhir? Siapa gerangan yang mampu mengakhirinya, dan dengan cara apa semuanya ini dapat diakhiri?

     Kemerdekaan Indonesia telah diperjuangkan oleh para pahlawan sejak ratusan tahun sebelum dicetuskannya proklamasi 17 Agustus 1945. Banyak pengorbanan rakyat dan para pemimpinnya, baik harta maupun nyawa. Pengorbanan begitu besar, yang tidak menyurutkan semangat dan keberanian dalam menghadapi teror serta kekejaman penjajah Belanda, bahkan mengorbankan semangat api perjuangan.

    Menjadi pilihan bagi rakyat Indonesia adalah membersihkan negara dan pemerintah dari kaum oportunis, penjual rakyat, dan penjilat kaki tangan kepentingan asing. Untuk diganti dengan orang–orang yang memiliki jiwa takwa kepada Allah, cinta kepada rakyat, hidup menjauhi kemewahan dan mengajak rakyat untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi. Inilah satu–satunya jalan untuk membebaskan rakyat Indonesia dari ketatnya pakaian, kelaparan, serta himpitan hidup sengsara dan menjahui narkoba serta Korupsi yang sedang tren nya di indonesia.

    Indonesia merdeka pada tahun 17 Agustus 1945 pada saat masa pemerintahan yang telah di jajah selama 140 Tahunan Bukan 350 Tahun jika pada saat itu pemerintah perduli akan rakyat nya sekarang kok pemerintah yang menjajah rakyat dengan hasil korupsi ??

    Semoga Dirgahayu RI ke-67 akan makmur dan pemerintahan akan peduli dengan rakyatnya..

Sumber:chiliblub

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More